Friendship · Life · Tak Berkategori

Memilih jalannya sendiri 

Kita usai. Saat kamu memilih menyudahi kisah kita.

Bukan. Bukan kamu juga yang sepenuhnya salah. Mungkin memang harus seperti ini, ini sudah jalannya. 

Saya tahu betul. Merelakan sama sulitnya menerima orang baru. Sungguh sulit. Tapi, tidak ada lagi yang bisa kita benahi, kamu harus pergi karena pilihanmu sendiri.

Saya ingin kamu kembali, saya ingin kejelasan atas semua ini. Tapi percuma, jika kamu tak mau kembali, apalagi menjelaskan yang sedang terjadi. 

Saya menyerah pada semua. Walau sakit saya mencoba menerima. Ternyata sulit ya? Tak semudah kelihatannya. Harusnya sejak awal saya paham, bagaimanapun pasti akan dihadapkan sebuah perpisahan. Entah bagaimana cara dan kapan kejadiannya. Tak peduli sesakit apapun, perpisahan harus di jalani.

Saya hanya bisa menerima. Selain itu saya bisa apa? Mendoakan? Ah iya. Bahagia selalu dengan pilihanmu. Maaf jika esok kamu memutuskan kembali, saya tak yakin tempatmu masih sama dihati. Saya juga tak yakin bisa menerima kamu kembali. Dan saya ragu, semua masih sama untukmu.

Biarlah semua seperti ini. Selamat tinggal, teman. Tunggu apa yang terjadi selanjutnya. Kamu kembali atau semua benar-benar selesai.

P.s: bukan  takut untuk menyampaikan langsung padamu. Saya hanya takut saat bicara langsung kepada kamu hanya akan memperparah keadaan. Suatu hari, semoga kamu membaca. Tau apa yang saya rasa. Saya tak berharap kamu kembali, saya hanya berharap kamu paham tentang semuanya. Belajarlah memahami orang lain, jangan hanya ingin dipahami. Orang lain juga butuh didengar, tak hanya mendengar. Seperti halnya kamu.

                          Dari Anggrek.   

Friendship · Life

Terimakasih D ’17 untuk semuanya

​Perjuangan bersama yang kita lewati telah selesai. Kita bertemu untuk saling mengenal dan saling belajar, satu sama lain, juga untuk meraih cita yang kita harapkan selama ini dengan perantara sekolah, dan masanya yang penuh kenangan.

Terimakasih telah ada, selama tiga tahun ini.

Saya, tidak terlalu pandai berbicara apalagi mengungkapkan sesuatu. Hanya ini yang saya bisa. Merangkai kata menjadi kalimat yang saya buat dengan hati.
Teman-teman, terimakasih sekali. Untuk kurang lebih 1095 hari yang telah berlalu secepat ini. Saya tau, dan sadar. Saya bukan seorang yang teman-able. Ya, saya akui itu. Maaf, jika saya bukan pribadi yang menyenangkan. 
Banyak yang saya dapat dari kalian. Kalian mengajarkan kepada saya, tentang saling melengkapi, dan berbagi. Apapun itu. Maafkan saya, yang selama ini seperti yang kalian tahu. Tapi saya sungguh merasakan hangatnya kalian yang dianggap sebagai keluarga juga. meski terkadang kalian menyebalkan, sejujurnya.

Tak jarang, diantara kita menyakiti. Tapi tak apa, itu semua bagian dari kisah dan kenang juga pembelajaran ‘kan.

Saya yakin, saya akan rindu kalian. Suasana super berisik kelas. Teriakan kalian, makian kalian. Sorakan bahagia kalian, canda, dan semua yang telah kita lewati kemarin. Meskipun sejujurnya saya terkadang terganggu marah juga kesal tapi saat semua hilang, pasti rindu.

Kalian sungguh menjadi pelengkap yang apik dan penyempurna bagian yang belum utuh di diri saya. Kalian teman, saudara, keluarga, musuh, dan apa saja.

Tapi saya juga tau, setiap pertemuan akan ada namanya perpisahan. Dan kita telah sampai pada titik itu sekarang. Bahagia dan kesedihan selalu beriring bukan? Percayalah. Semua adalah yang terbaik, tentunya. Meski kenyataannya tak semudah katanya.
Aku berterimakasih sekaligus meminta maaf. Aku tak yakin sanggup kehilangan kalian yang kadang menyebalkan. Aku berharap keinginan kalian tersemogakan dan aku berdoa bahwa kisah kita saja yang usai, pertemanan kita tidak. Tetap menjadi keluarga, teman, dan semuanya. The best.

Bahagialah kalian selalu, selamat melanjutkan kisah kalian. Semoga cita kalian tercapai. Terimakasih untuk semua pengorbanan, air mata, perjuangan, kekonyolan, dan berisiknya kita.

Semoga semua kenang tetap tersimpan dihati kalian. Selamat berjuang kembali

Untuk kalian, yang akan dirindukan kelak. Juga, untuk kalian para pejuang mimpi.
-D (best) ’17. 3slmn

June, 15 2017. 

01.08

Dari Orchdvlt

Friendship · Life

Perpisahan sebelum perpisahan sebenarnya.

​apapun yang terjadi di hidupmu, itu yang terbaik menurut Tuhan. Tak peduli menurutmu seperti apa. DIA selalu memberi kita yang terbaik, untuk kita tentunya.

Juga pada skenario dan rencana tak terduga Tuhan dalam hidupmu. Ingat, yang diberikan oleh-Nya padamu, yang terbaik untuk hidupmu.

 Jadi tetaplah bersyukur.

Pada dasarnya, kita selalu dihadapkan pilihan.

Entah darimana asalnya.

Kamu tau,

semua tak semudah kelihatannya.

Siapa yang tau,

Hari ini begitu mengubah kehidupan kita.

Ikatan. Status.

Tak ada lagi kita? Ironi.

Semua berubah saat kamu memilih pilihan yang sekilas terlihat jadi pilihan paling buruk. Tapi tidak.

Ya, aku tahu.

Akan selalu ada perpisahan; diakhir jumpa.

Entah siapa yang melakukannya,

waktu atau kita sendiri. 

Kamu memutuskan jalanmu sendiri, benar-benar memutuskan sendiri.

Iya, semoga ini yang terbaik.

Walau yang kutakutkan terjadi; kita berhenti untuk memilih bersama, meski bukan yang diinginkan dari selama ini.

Kita hanya perlu berjalan semestinya.

Entah bagaimana esok,

Kita serahkan saja pada yang Kuasa.

Biarkan saja waktu meniti cerita sesuai skenario-Nya.

Doaku untukmu,

Semoga seluruh citamu tercapai.

Harimu tetap berjalan baik, tanpa adanya kita.

Selamat tinggal, teman.

Semoga kita berjumpa di keadaan yang lebih baik.

berbahagialah selalu dengan pilihanmu.

P.s; Semoga doaku untukmu, terkabul. Apa kisah kita berakhir semenyedihkan ini? Semoga ini bukan akhir yang sebenarnya. Kembalilah kepada kami, pintu itu tetap terbuka lebar untukmu 🙂 
Backsong: Love you Goodbye-one direction

-orchdvlta

Friendship

Untuk kalian.

Aku hanya bisa berdoa, dan mengaminkan setiap pengharapan kalian.
Terimakasih telah ada, dan menjadi bagian dari cerita biru putih saya.

Satu tahun terakhir, cukup menyenangkan bersama kalian. Saya tau, pertemanan kita tidak seperti ‘squad goal’ yang diunggulkan anak remaja jaman sekarang.

Cukup kita berjalan beriring, dan tetap sejalan meski yang kita lalui berbeda, menurut saya cukup. Dan juga, senyum kalian yang menghias tiap hari saya, cukup bermakna.

Maaf, jika saya berisik, selama ini. Maafkan juga segala kesalahan saya pada kalian.

Intinya terimakasih, jangan berhenti bermimpi. Semangat UN!

Tertanda, Calon lulusan SMP.

Untuk Chuwiee:3