Tentang Rasa

Tak semudah itu.

Bukan melupakan yang jadi masalah, tapi menerima. Barang siapa dapat menerima pasti dapat melupakan.

-Hujan, Tere Liye.

Berhentilah memperjuangkanku; katamu mengakhiri sore itu.

Lidahku serasa mati. Kelu. Sesak. Hari yang tak kuingini datang, saat ini.

Kamu pikir mudah? Setelah semua itu.

Melupakanmu bukanlah perihal yang kecil. Menghapusmu dari ingatan sama halnya dengan menapaki jalan berduri yang berliku; perih.

Kamu hebat ya, bisa menghancurkanku dengan beberapa kalimat saja. Sedang aku, terlalu sulit untuk lepas dari jerat kenangan bersamamu.

Kamu, kukira tempat paling tepat ku untuk berpulang. Tapi aku salah, hidup ku masih berjalan dan tak mungkin hidupku terus tentang kamu.

Selamat tinggal, masa lalu dan kamu, yang hanya bisa dikenang dan dijadikan pembelajaran.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s