Tentang Rasa

Menanti senja

Aku menanti senja, bukan untuk mengenang kita.

Aku hanya menunggu, saat-saat menikmati semburat langit.

Bukan untuk mencari kemana masa lalu itu berakhir, juga bukan lagi meratapi yang terjadi tentang kita.

Sebenarnya, senja tak sesakit itu untukku. Karena tak setiap senja aku bersamamu.

Yang selalu ku renungkan saat senja ialah; aku bersyukur masih dipertemukan dengan setiap senja oleh-Nya. 

P.s: first post!

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s