Tentang Rasa

Rindu itu bergemuruh, membuat tangisku semakin luruh. Wahai bisikan rindu tak bertitik, berhentilah sekarang juga. Jangan ganggu aku dengan bayang yang telah berlalu. Menepilah kamu wahai kerinduan pada semua yang telah usai, jangan disini, sekali lagi, pergilah!

22oct, 10:12

Advertisements
Tak Berkategori

Ruang

Aku mengerjap perlahan,
Ini sebuah ruang
gelap, sesak, dan hampa.
Dimana aku?

Ruang ini bagai harapan yang pupus
tak ada seberkas cahaya pun yang tampak.
Kosong, berdebu, tak terawat
Apa pemiliknya mati, atau ruang ini memang dibiarkan mati

Lalu aku mengamati lagi,
ruangan ini seperti tak asing,
aku melihat bayangan semu
Seorang gadis meringkuk sambil menangis
Tangisnya terdengar pilu.
Aku mengenalnya, pikirku.

Aku mendekat kearahnya,
hendak mengusap menenangkannya.
Tapi dia menghilang,

Kudengar lagi suara,
kali ini sebuah lagu,
Lagu favoritku, aku tersenyum.
Ikut bernyanyi bersama alunan itu,
tanpa sadar menangis haru.
Lagu ini menyesakkan.

Selanjutnya gadis itu datang lagi,
masih menangis,
Aku kembali mendekatinya,
kali ini dia tidak menghilang.
Kuusap pelan pundaknya,
Ia menengok,
bola mataku hampir keluar,
bukan, bukan karena matanya sangat sembab,
Bukan juga dia mengerikan.
Tapi dia, adalah diriku sendiri.

Aku tersingkap,
dimanakah aku?
Aku pikir, apakah ini ruang hatiku?
Apakah serusak ini hatiku?
Yang kukira telah mati,
mati rasa, mati fungsi
Karena lelah, mencintai dan tidak dihargai.

22:05, orcva

Friendship · Life · Tak Berkategori

Memilih jalannya sendiri 

Kita usai. Saat kamu memilih menyudahi kisah kita.

Bukan. Bukan kamu juga yang sepenuhnya salah. Mungkin memang harus seperti ini, ini sudah jalannya. 

Saya tahu betul. Merelakan sama sulitnya menerima orang baru. Sungguh sulit. Tapi, tidak ada lagi yang bisa kita benahi, kamu harus pergi karena pilihanmu sendiri.

Saya ingin kamu kembali, saya ingin kejelasan atas semua ini. Tapi percuma, jika kamu tak mau kembali, apalagi menjelaskan yang sedang terjadi. 

Saya menyerah pada semua. Walau sakit saya mencoba menerima. Ternyata sulit ya? Tak semudah kelihatannya. Harusnya sejak awal saya paham, bagaimanapun pasti akan dihadapkan sebuah perpisahan. Entah bagaimana cara dan kapan kejadiannya. Tak peduli sesakit apapun, perpisahan harus di jalani.

Saya hanya bisa menerima. Selain itu saya bisa apa? Mendoakan? Ah iya. Bahagia selalu dengan pilihanmu. Maaf jika esok kamu memutuskan kembali, saya tak yakin tempatmu masih sama dihati. Saya juga tak yakin bisa menerima kamu kembali. Dan saya ragu, semua masih sama untukmu.

Biarlah semua seperti ini. Selamat tinggal, teman. Tunggu apa yang terjadi selanjutnya. Kamu kembali atau semua benar-benar selesai.

P.s: bukan  takut untuk menyampaikan langsung padamu. Saya hanya takut saat bicara langsung kepada kamu hanya akan memperparah keadaan. Suatu hari, semoga kamu membaca. Tau apa yang saya rasa. Saya tak berharap kamu kembali, saya hanya berharap kamu paham tentang semuanya. Belajarlah memahami orang lain, jangan hanya ingin dipahami. Orang lain juga butuh didengar, tak hanya mendengar. Seperti halnya kamu.

                          Dari Anggrek.   

Friendship · Life

Terimakasih D ’17 untuk semuanya

​Perjuangan bersama yang kita lewati telah selesai. Kita bertemu untuk saling mengenal dan saling belajar, satu sama lain, juga untuk meraih cita yang kita harapkan selama ini dengan perantara sekolah, dan masanya yang penuh kenangan.

Terimakasih telah ada, selama tiga tahun ini.

Saya, tidak terlalu pandai berbicara apalagi mengungkapkan sesuatu. Hanya ini yang saya bisa. Merangkai kata menjadi kalimat yang saya buat dengan hati.
Teman-teman, terimakasih sekali. Untuk kurang lebih 1095 hari yang telah berlalu secepat ini. Saya tau, dan sadar. Saya bukan seorang yang teman-able. Ya, saya akui itu. Maaf, jika saya bukan pribadi yang menyenangkan. 
Banyak yang saya dapat dari kalian. Kalian mengajarkan kepada saya, tentang saling melengkapi, dan berbagi. Apapun itu. Maafkan saya, yang selama ini seperti yang kalian tahu. Tapi saya sungguh merasakan hangatnya kalian yang dianggap sebagai keluarga juga. meski terkadang kalian menyebalkan, sejujurnya.

Tak jarang, diantara kita menyakiti. Tapi tak apa, itu semua bagian dari kisah dan kenang juga pembelajaran ‘kan.

Saya yakin, saya akan rindu kalian. Suasana super berisik kelas. Teriakan kalian, makian kalian. Sorakan bahagia kalian, canda, dan semua yang telah kita lewati kemarin. Meskipun sejujurnya saya terkadang terganggu marah juga kesal tapi saat semua hilang, pasti rindu.

Kalian sungguh menjadi pelengkap yang apik dan penyempurna bagian yang belum utuh di diri saya. Kalian teman, saudara, keluarga, musuh, dan apa saja.

Tapi saya juga tau, setiap pertemuan akan ada namanya perpisahan. Dan kita telah sampai pada titik itu sekarang. Bahagia dan kesedihan selalu beriring bukan? Percayalah. Semua adalah yang terbaik, tentunya. Meski kenyataannya tak semudah katanya.
Aku berterimakasih sekaligus meminta maaf. Aku tak yakin sanggup kehilangan kalian yang kadang menyebalkan. Aku berharap keinginan kalian tersemogakan dan aku berdoa bahwa kisah kita saja yang usai, pertemanan kita tidak. Tetap menjadi keluarga, teman, dan semuanya. The best.

Bahagialah kalian selalu, selamat melanjutkan kisah kalian. Semoga cita kalian tercapai. Terimakasih untuk semua pengorbanan, air mata, perjuangan, kekonyolan, dan berisiknya kita.

Semoga semua kenang tetap tersimpan dihati kalian. Selamat berjuang kembali

Untuk kalian, yang akan dirindukan kelak. Juga, untuk kalian para pejuang mimpi.
-D (best) ’17. 3slmn

June, 15 2017. 

01.08

Dari Orchdvlt

Friendship · Life

Perpisahan sebelum perpisahan sebenarnya.

​apapun yang terjadi di hidupmu, itu yang terbaik menurut Tuhan. Tak peduli menurutmu seperti apa. DIA selalu memberi kita yang terbaik, untuk kita tentunya.

Juga pada skenario dan rencana tak terduga Tuhan dalam hidupmu. Ingat, yang diberikan oleh-Nya padamu, yang terbaik untuk hidupmu.

 Jadi tetaplah bersyukur.

Pada dasarnya, kita selalu dihadapkan pilihan.

Entah darimana asalnya.

Kamu tau,

semua tak semudah kelihatannya.

Siapa yang tau,

Hari ini begitu mengubah kehidupan kita.

Ikatan. Status.

Tak ada lagi kita? Ironi.

Semua berubah saat kamu memilih pilihan yang sekilas terlihat jadi pilihan paling buruk. Tapi tidak.

Ya, aku tahu.

Akan selalu ada perpisahan; diakhir jumpa.

Entah siapa yang melakukannya,

waktu atau kita sendiri. 

Kamu memutuskan jalanmu sendiri, benar-benar memutuskan sendiri.

Iya, semoga ini yang terbaik.

Walau yang kutakutkan terjadi; kita berhenti untuk memilih bersama, meski bukan yang diinginkan dari selama ini.

Kita hanya perlu berjalan semestinya.

Entah bagaimana esok,

Kita serahkan saja pada yang Kuasa.

Biarkan saja waktu meniti cerita sesuai skenario-Nya.

Doaku untukmu,

Semoga seluruh citamu tercapai.

Harimu tetap berjalan baik, tanpa adanya kita.

Selamat tinggal, teman.

Semoga kita berjumpa di keadaan yang lebih baik.

berbahagialah selalu dengan pilihanmu.

P.s; Semoga doaku untukmu, terkabul. Apa kisah kita berakhir semenyedihkan ini? Semoga ini bukan akhir yang sebenarnya. Kembalilah kepada kami, pintu itu tetap terbuka lebar untukmu 🙂 
Backsong: Love you Goodbye-one direction

-orchdvlta

Tentang Rasa

3 years, isn’t short time

Aku suka sama kamu, kamu suka sama dia, dia suka sama temanmu,……-CJR, Teman Saja.

Seakan lagu itu mengejek kita, yang memperjuangkan orang, sedang yang kita perjuangkan, mengejar orang lain. Ironi.

Sejauh dan seberapa lama pun aku menunggu, tak akan ada yang berubah. Kamu tau, mengejar dan mengharapkan kamu hanya berujung pada lukaku yang terus bertambah.

Lelah. Kata itu yang ingin aku sampaikan sekarang. seakan yang kuusahakan, tak akan membuahkan apapun, selain kesedihan dan sendu.

Kamu tau, menahan semua termasuk rasa tak semudah yang kamu bayangkan. Terlebih orang itu ada di setiap harimu.

Aku sudah tau, kita sama sama di permainkan oleh rasa. Bukankah waktu ku dan kamu menunggu sama? Sejak tiga tahun lalu, tapi yang membedakan; Aku menunggumu sedang kamu menunggunya. Perih.

Sebenarnya aku diam hanya untuk menjaga jalinan ‘pertemanan’ antara kita, Itu saja. Juga agar tak terjadi kecanggungan antar kita. Aku tau kisah cinta mu sudah rumit dan sakit, tentunya. Aku tak mau menambah rumitnya cinta mu, dengan pengakuanku. Sudah cukup semua, selama ini. 

Cukup juga aku terluka, melihatmu terluka. Dan cukup aku memelukku dengan doa. Sukses selalu, dan berbahagialah.

Untuk tuan penyuka hujan.

Dari, pengagum mu.

Tentang Rasa

Tak semudah itu.

Bukan melupakan yang jadi masalah, tapi menerima. Barang siapa dapat menerima pasti dapat melupakan.

-Hujan, Tere Liye.

Berhentilah memperjuangkanku; katamu mengakhiri sore itu.

Lidahku serasa mati. Kelu. Sesak. Hari yang tak kuingini datang, saat ini.

Kamu pikir mudah? Setelah semua itu.

Melupakanmu bukanlah perihal yang kecil. Menghapusmu dari ingatan sama halnya dengan menapaki jalan berduri yang berliku; perih.

Kamu hebat ya, bisa menghancurkanku dengan beberapa kalimat saja. Sedang aku, terlalu sulit untuk lepas dari jerat kenangan bersamamu.

Kamu, kukira tempat paling tepat ku untuk berpulang. Tapi aku salah, hidup ku masih berjalan dan tak mungkin hidupku terus tentang kamu.

Selamat tinggal, masa lalu dan kamu, yang hanya bisa dikenang dan dijadikan pembelajaran.

Friendship

Untuk kalian.

Aku hanya bisa berdoa, dan mengaminkan setiap pengharapan kalian.
Terimakasih telah ada, dan menjadi bagian dari cerita biru putih saya.

Satu tahun terakhir, cukup menyenangkan bersama kalian. Saya tau, pertemanan kita tidak seperti ‘squad goal’ yang diunggulkan anak remaja jaman sekarang.

Cukup kita berjalan beriring, dan tetap sejalan meski yang kita lalui berbeda, menurut saya cukup. Dan juga, senyum kalian yang menghias tiap hari saya, cukup bermakna.

Maaf, jika saya berisik, selama ini. Maafkan juga segala kesalahan saya pada kalian.

Intinya terimakasih, jangan berhenti bermimpi. Semangat UN!

Tertanda, Calon lulusan SMP.

Untuk Chuwiee:3

Tentang Rasa

Menanti senja

Aku menanti senja, bukan untuk mengenang kita.

Aku hanya menunggu, saat-saat menikmati semburat langit.

Bukan untuk mencari kemana masa lalu itu berakhir, juga bukan lagi meratapi yang terjadi tentang kita.

Sebenarnya, senja tak sesakit itu untukku. Karena tak setiap senja aku bersamamu.

Yang selalu ku renungkan saat senja ialah; aku bersyukur masih dipertemukan dengan setiap senja oleh-Nya. 

P.s: first post!